Penafsiran surat An Nisa’ 64

Penafsiran surat An Nisa’ 64:

وما أرسلنا من رسول إلا ليطاع بإذن الله ولو أنهم إذ ظلموا أنفسهم جاءوك فاستغفروا الله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما
Imam As Suyuthi menulis dalam tafsirnya: Dan kami tidak mengutus seorang rosul kecuali untuk ditaati perintah dan hukumnya dengan izin Allah, yaitu dengan perintahNya tidak untuk ditentang dan diingkari. Dan jikalau mereka menganiaya diri sendiri karena mencari hukum kepada Thoghut, lalu mendatangi mu (wahai Muhammad) sambil bertaubat, lalu meminta ampun kepada Allah, dan Rosul memintakan ampun untuk mereka, maka mereka menemukan Allah maha penerima taubat dan maha penyayang.
Imam Ar Rozi mengatakan: Permohonan ampun Rosul untuk mereka diperlukan karena; 1) Pelanggaran mereka berhukum kepada thoghut melecehkan Rosul, 2) Para pelanggar itu tidak rela kepada hukum yang ditetapkan Rosul dan ini mengandung pembangkangan, 3) Bisa saja taubat mereka tidak sempurna atau mengandung kekurangan sehingga harus dilengkapi dengan permohonan ampun Rosul untuk mereka.
Imam Sya’rowi mengatakan: Istighfar Rosul itu terus berlanjut berdasarkan hadis riwayat Ibnu Sa’ad dari Bakr bin Abdillah; Rosul bersabda “Kehidupanku baik untuk kalian, begitu pula wafatku. Ditampakkan kepadaku amal-amal kalian, kalau kutemukan amal itu baik, aku memuji Allah, kalau buruk, aku beristighfar memohonkan ampunan untuk kalian”(hadis Hasan), dengan demikian, yang dituntut dari kita yang hidup setelah Rosul meninggal adalah memohon ampun kepada Allah dan datang kepada beliau melalui merujuk kepada sunnah yang beliau tinggalkan. 
Imam Al Qurthubi bahkan menceritakan dalam tafsirnya riwayat Abi Shodiq dari Ali Bin Abi Tholib: bahwa seorang badui datang tiga hari setelah kami mengubur Rosulullah, lalu ia menjatuhkan dirinya diatas kubur Rosul, lalu menaburkan debunya di kepalanya, lalu ia berkata: Ya Rosulallah, engkau telah bersabda dan kami dengarkan sabdamu, engkau paham dari Allah dan kami paham darimu, dan Allah telah menurunkan kepadamu ayat ini (An Nisa’ 64) dan aku telah menganiaya diriku, dan mendatangimu, agar engkau memintakan ampun untukku. LALU terdengarlah suara dari kubur: “sesungguhnya kamu telah diampuni.” 
Wallahu A’lam
Allahummaghfir lana
Wastaghfir lana Ya Rosulallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s