keadaan laut ketika siang hari

Pada tahun 1934, dua orang ilmuwan bernama Parton dan Pepy dari USA merancang bola mineral yang mampu menahan tekanan tinggi untuk digunakan sebagai kendaraan menyelam ke dasar lautan di dekat perairan Bermuda Samudra Atlantik.
Kedua ilmuwan itu mendiskripsikan keadaan dalam laut -KETIKA ITU SING HARI- yang dilihatnya. 
“Pada kedalaman 18 m sinar merah menghilang, pada kedalaman 100 m sinar kuning menghilang, pada kedalaman 240 m warna hijau dan biru menghilang, ketika kami turun semakin dalam dan yang terlihat hanya biru gelap pekat. Kemudian antara 520-580 m yang ada hanya gelap gulita”.

Hal ini dalam bahasa Al Qur’an dikatakan “Kegelapan yang bertumpuk-tumpuk, apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak bisa melihatnya”…
Dalam surat An Nuur 40:
أو كظلمات في بحر لجي يغشاه موج من فوقه موج من فوقه سحاب ظلمات بعضها فوق بعض إذا أخرج يده لم يكد يراها… 
Ayat ini juga menyatakan fakta lain, yaitu lautan yang dalam itu selalu mempunyai awal tebal dan gelap di atasnya yang terjadi akibat proses penguapan yang terus menerus.
(Sumber: Rohiiq Al-Ilmi wa Al-Iman karya Dr. Ahmad Fuad Pasya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s